Menjelang Pemilu Legislatif April 2009, kampung saya semakin ramai dengan atribut parpol dan gambar caleg. para tetangga, dan juga saya disuguhi banyak sekali penawaran. mulai dari tampang keren sampai dengan sembako.
bahkan, ada seorang anggota dprd (aktif) yang pada pemilu lalu mewakili warga kampung kami, sekarang hadir lagi di depan gang masuk kampung. dia tersenyum manis, menyapa orang-orag yang masuk. seolah tidak punya malu, padahal selama empat tahun tak pernah sekalipun menyapa kami. selama itu pula dia benar benar telah mewakili kami semua, warga kampung. termasuk mewakili "kesejahteraan" kami.
orang-orang kampung kebanjiran, sulit mendapatkan LPG, banyak yang ter-PHK, dan anak-anak mudanya semakin nakal karena menganggur. orang-orang banyak yang tidak bisa berobat dan anak-anak mereka menunggak infaq mengajinya di TPA yang hanya lima ribu rupiah per-bulan, karena memang kesulitan ekonomi. Sementara dia, anggota legislatif yang terus tersenyum renyah dimuka gang kami itu, semakin perlente, rumahnyapun bertambah dua. dari yang semula naik sepeda motor kini mobilnya sudah dua, keluaran terbaru lagi. dia benar-benar telah mewakili kesejahteraan para warga.
saya melihat, beberapa wajah caleg lainnya juga ikut-ikutan tersenyum. tetapi saya menangkap kesan: senyum mereka dipaksakan, untuk sekedar memperoleh simpati warga.
Dari sekian banyak caleg itu, hanya sedikit yang rekam jejaknya saya kenal, adalah pegiat urusan-urusan sosial kemasyarakatan, melalui organisasi-organisasi atau paguyuban. kelihatannya, mereka memiliki keinginan untuk lebih memperluas bidang pengadiannya. Selebihnya, kelihatannya adalah mereka yang terobsesi menjadi wakil rakyat hanya untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. penampilan mereka melalui banner di pohon-pohon, tiang listrik, dan stiker-stiker yang berjajar dengan iklan sedot wc, seperti ingin melamar pekerjaan. mengisi lowongan profesi yang disebut dpr.
Maklum, di zaman sulit ini, hanya ada 4 profesi yang anti krisis, yang dikenal dengan 4D : (1) dokter, karena orang sakit pastinya semakin hari semakin banyak (2) dukun, karena orang susah dan bermasalah juga semakin bertambah (3) da'i, karena sekarang honor para juru da'wah semakin lumayan dan terus dibutuhkan, dan (4) dpr, dewan perwakilan rakyat, yang bisa mewakili juga "kesejahteraan" rakyatnya.
Caleg yang punya timbunan uang banyak, mencoba menyogok warga dengan sembako dan janji-janji manis lainnya bila mereka terpilih. tapi saya ragu kalau mereka tidak punya agenda lain setelah terpilih. saya kuatir, program pertama mereka nanti adalah sibuk mengembalikan "modal". Maka akan jadi apakan dunia perpolitikan kita ini.
09-03-02
08-09-09
Tips menggunakan kamera digital
1. Pastikan anda sudah memegang camera digital
2. Jangan mencampur batterey baru dg yg bekas atau bahkan dg baterei mobil (Accu)
3. Utk menghindari gambar kosong atau rusak pastikan obyek yang akan anda photo benar - benar ada dan real, (misal, mau foto pacar obyek harus pacar jangan kambing).
4. Biasakan menggunakan hitungan sebelum mem-"foto" obyek, dan gunakan pistol revolver sbg tanda "jepretan" tepat pada hitungan ke 3 agar obyek tahu sudah di foto.
5. Bila obyek sudah terekan dalam memory card, jangan di hapus dulu sebelum di afdruk / cetak, banyak orang salah kaprah dengan menghapus dulu baru mencetak, sehingga gambar rusak atau buram.
6. Pilihlah tempat cuci foto yang bertuliskan "Foto Cetak Digital", jangan di cetak di tempat pencucian "Saritem Laundry" " karena sama -sama tempat cuci tapi beda fungsi.
(diolah dari berbagai sumber)
2. Jangan mencampur batterey baru dg yg bekas atau bahkan dg baterei mobil (Accu)
3. Utk menghindari gambar kosong atau rusak pastikan obyek yang akan anda photo benar - benar ada dan real, (misal, mau foto pacar obyek harus pacar jangan kambing).
4. Biasakan menggunakan hitungan sebelum mem-"foto" obyek, dan gunakan pistol revolver sbg tanda "jepretan" tepat pada hitungan ke 3 agar obyek tahu sudah di foto.
5. Bila obyek sudah terekan dalam memory card, jangan di hapus dulu sebelum di afdruk / cetak, banyak orang salah kaprah dengan menghapus dulu baru mencetak, sehingga gambar rusak atau buram.
6. Pilihlah tempat cuci foto yang bertuliskan "Foto Cetak Digital", jangan di cetak di tempat pencucian "Saritem Laundry" " karena sama -sama tempat cuci tapi beda fungsi.
(diolah dari berbagai sumber)
Konsep Dasar Media Pembelajaran
Media berasal dari bahasa latin merupakan bentuk jamak dari “Medium” yang secara harfiah berarti “Perantara” atau “Pengantar” yaitu perantara atau pengantar sumber pesan dengan penerima pesan. Beberapa ahli memberikan definisi tentang media pembelajaran. Schramm (1977) mengemukakan bahwa media pembelajaran adalah teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran. Sementara itu, Briggs (1977) berpendapat bahwa media pembelajaran adalah sarana fisik untuk menyampaikan isi/materi pembelajaran seperti : buku, film, video dan sebagainya. Sedangkan, National Education Associaton (1969) mengungkapkan bahwa media pembelajaran adalah sarana komunikasi dalam bentuk cetak maupun pandang-dengar, termasuk teknologi perangkat keras. Dari ketiga pendapat di atas disimpulkan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan, dapat merangsang fikiran, perasaan, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terciptanya proses belajar pada diri peserta didik.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena :
(a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya :
1.Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2.Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3.Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
4.Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi terhadap efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, media pembelajaran hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengajar yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad Ke –20 usaha pemanfaatan visual dilengkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio-visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet.
Media memiliki beberapa fungsi, diantaranya :
1. Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. Pengalaman tiap peserta didik berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan melancong, dan sebagainya. Media pembelajaran dapat mengatasi perbedaan tersebut. Jika peserta didik tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke peserta didik. Obyek dimaksud bisa dalam bentuk nyata, miniatur, model, maupun bentuk gambar – gambar yang dapat disajikan secara audio visual dan audial.
2. Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para peserta didik tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena :
(a) obyek terlalu besar; (b) obyek terlalu kecil; (c) obyek yang bergerak terlalu lambat; (d) obyek yang bergerak terlalu cepat; (e) obyek yang terlalu kompleks; (f) obyek yang bunyinya terlalu halus; (f) obyek mengandung berbahaya dan resiko tinggi. Melalui penggunaan media yang tepat, maka semua obyek itu dapat disajikan kepada peserta didik.
3. Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya.
4. Media menghasilkan keseragaman pengamatan
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru.
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8. Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya :
1.Media Visual : grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
2.Media Audial : radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
3.Projected still media : slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
4.Projected motion media : film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
08-09-05
08-08-29
PARADIGMA KOMPETISI
Tahukah anda, dulu orang menganggap bahwa yang besar akan mengalahkan yang kecil. akhir-akhir ini anggapan itu terbantahkan. Pada era informasi dan kemajuan teknologi dewasa ini "kemenangan bukan oleh yang besar terhadap yang kecil, melainkan yang cepat akan kalahkan mereka yang lambat".
Selamat berkompetisi.
Selamat berkompetisi.
08-08-27
Subscribe to:
Posts (Atom)


